A. Irwan Hamid, From Nothing To Something

INSPIRASI, Pinrang — “Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kita kehilangan semangat” sebuah kata bijak dari Abraham Lincoln, salah seorang Presiden Amerika fenomenal yang klop menggambarkan perjalanan kesuksesan dari figur H. A. Irwan Hamid, S.Sos, Calon Bupati Kabupaten Pinrang yang menjadi pemenang pada Kontestasi Pilkada serentak 2018.

“Saya bisa saja gagal sekali, dua kali bahkan tiga kali dan seterusnya, tapi saya adalah pejuang nurani masyarakat Pinrang yang akan mengabdikan diri ini untuk mereka,” kata Irwan Hamid kepada penulis beberapa waktu silam. Bukan tanpa alasan, dirinya menapaki komitmen pengabdian dengan menjadi wakil rakyat kurang lebih 12 tahun, hingga dia mendaki batu loncatan untuk menjadi Bupati Pinrang pada tahun 2008 silam. Dan saat itu kontestasi Pilkada pertama di Kabupaten Pinrang melahirkan pemimpin baru A. Aslam Patonangi. Dan Irwan Hamid pun menerima legowo pilihan masyarakat tersebut, dan hal itu terjadi lagi 5 tahun kemudian, Pilkada 2014 dirinya harus angkat topi lagi kepada Petahana yang kebetulan adalah Iparnya sendiri.

“Saya tidak pernah meninggalkan tanah kelahiranku walau saya harus menerima kenyataan pahit pada 2 Pilkada, saya masih tetap ada karena saya yakin pengabdian bukan hanya menjadi seorang pemimpin,” kata Irwan Hamid, 2015 silam.

Dan waktu pun berjalan, pelan tapi pasti iklim politik menuju Pilkada 2018 kembali berhembus sejak tahun 2016. Kala itu A. Iwan panggilan akrabnya mulai menerima support dari beberapa elemen masyarakat untuk menapaki Kontestasi Politik 2018. Penulis mengingat, bulan Februari disuatu pagi, Iwan berkata pasti,” Jika para pendukungku masih solid dan menginginkan saya maju lagi, Bismillah saya akan pertimbangkan maju,” kata dia dengan optimisme.

Perjalanan panjang pun dimulai, Penulis hampir setiap momen mengikuti perjalanan A. Iwan menapak sisa dukungan dan simpati masyarakat melalui interaksi dengan masyarakat di 12 Kecamtan. Dua tahun lalu tepatnya 2016, pertanyaan sederhana keluar dari beberapa mulut warga yang polos akan politik yang berucap ikhlas ” Kami bertanya dan sekaligus menginginkan apakah Puang Iwan akan maju lagi di Pilkada 2018?,” Tanya warga. Pertanyaan polos dan kemudian menjadi pekerjaan paling berat dalam beberapa tahun episode hidupnya ini dijawab penuh kesabaran,” Insyaallah, jika andaikan kalian menginginkan saya maju lagi dan kalian ikhlas bersamaku, saya dengan penuh kepastian akan maju di Pilkada l” jawab Iwan.

Bak sebuah episode peperangan, Irwan Hamid pun mengibarkan Panji semangat, yang mengundang kembali para pendukung setianya untuk menemani, mengawal dan berjuang pada ajang kontestasi, yang Penulis yakin ini adalah kesempatan terakhir andaikan dirinya kalah menuju Kursi kepemimpinan Bumi Lasinrang. Tahapan demi tahapan dari KPU “sang pengadil pilkada” dilalui dengan penuh onak dan duri. Tingkat keterkenalan dan kesukaan masyarakat kepada dirinya yang begitu tinggi menjadi ancaman para kontestan lain. Maka tantangan besar satu persatu dihadapi, mulai dari perebutan Partai pengusung hingga penetapan Wakil pendamping dirinya.

Belum lagi gelombang fitnah, black Campaign sebagai Kontestan yang selalu gagal Pilkada, tidak punya modal, pengangguran, sampai kepada ejekan Verbal yang sangat menyakitkan bagi dia, keluarga dan simpatisannya,” Biarlah mereka berkata apapun, saya menerima dengan penuh senyum karena mereka anggap kita sebagai pesaing yang kuat dan susah untuk dikalahkan,” kata Iwan yang hampir setiap saat dia ucapkan setiap kali gelombang fitnah menerpanya.

Waktu semakin berjalan, Pesta demokrasi Pilkada serentak semakin mendekat. Tantangan semakin besar, dia dan Alimin sang Wakil harus melawan tembok kokoh dari pesaingnya yang memiliki label pejabat, orang berduit, keluarga seorang menteri dan sebagainya. Namun Irwan Hamid lahir sebagai petarung sejati, jatuh bangun dia pimpin ekspektasi dan dukungan besar yang mengalir kepada dirinya, walau klaim-klaim tak berdasar berhembus keras dihari-hari terakhir kampanye.

Dan sampailah di hari H Pilkada. Penulis saat itu bersama dia di kediamannya di bilangan Lingkungan Amassangang Kecamatan Paleteang. Seusai mencoblos, Irwan Hamid duduk diteras ditemani Kuasa Hukumnya menanti hasil dari TPS di 12 Kecamatan, puluhan pendukung juga hadir dengan wajah penuh ketegangan. Jam 14.00 di hari H, satu persatu hasil Penghitungan TPS terkirim lewat layanan WA. Euforia mulai terlihat, beberapa TPS menunjukkan kemenangan telak. Irwan Hamid masih duduk penuh ketegangan walau sesekali tersenyum getir mendengar laporan TPS,” ini belum apa – apa karena TPS itu ada lebih tujuh ratus, mari kita berdoa untuk kemenangan kita,” ajaknya.

Waktu sangat cepat berjalan, pukul 17.00 WITA, ratusan pendukung telah memenuhi kediamannya meneriakkan yel-yel kemenangan. Irwan Hamid masih belum bisa menyembunyikan ketegangan walau sempat berbaur dan menyapa pendukung yang sudah yakin dirinya menang. Pukul 20.39 wita, penulis berdiakusi sejenak dengan dirinya, dan info Quick count lembaga survei dan Real Count C1 partai pendukung sudah hampir memastikan kemenangan Iwan Alimin. Dan sejenak Penulis mengajak ribuan pendukung untuk berkumpul dan mempersilahkan dirinya bersama Alimin menyampaikan sambutan kemenangan.

Itulah sekilas bias perjalanan panjang sang Pemenang Pilkada, sampai kepada proses gugatan ke MK yang kemudian kembali memenangkan dia. Game Over, Pilkada sudah selesai dengan kemenangan Iwan Alimin.

H. A. Irwan Hamid, S.Sos akhirnya menggapai cita-cita untuk mengabdikan diri kepada masyarakat Bumi Lasinrang secara total di masa yang akan datang dengan legitimasi sebagai Bupati Pinrang 2019 Р2024. Bertahun Рtahun dia bukan siapa-siapa, selain kedekatan dengan masyarakat  melalui senyum dan keramahan dirinya. Seakan hanya itu yang tersisa, dan itu cukup mengantarkan kemenangan, mengalahkan Mantan Sekrov Propinsi, Anggota DPR RI dan Mantan Kepala Dinas di beberapa Instansi.

Penulis menganggukkan kepala dan bergumam lirih, Irwan Hamid From Nothing to Something, Selamat kepadamu, dipundakmu akan ada tanggungjawab yang sangat besar yang akan engkau perjuangkan kelak. (*)

Penulis : Udin. Ch (Tim Media Iwan Alimin)