Dinkes Sosialisasi Pentingnya Pencegahan Kurang Gizi Pada Anak

Inspirasi, Pinrang — stilah stunting mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian masyarakat Indonesia.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa.

Kemampuan kognitif para penderita juga berkurang, sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.

Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang menggelar sosialisasi Gertak (Gerakan Serentak) 1000 HPK ( Hari Pertama Kehidupan) yang akan berlangsung pada 12 kecamatan.

Kemarin tgl 10 Juli 2018 berlangsung sosialisasi kegiatan tersebut di kantor camat watangsawitto yang dihadiri oleh Sekcam Watang Sawitto, Kepala Puskesmas Salo drg.Nasriwati Amir, M.Kes, staf kecamatan dan puskesmas salo dan unit kerja lain, tomas, toga dan kader posyandu.

Sebelumnya Gertak 1000 HPK ini telah berlangsung di dua kecamatan yaitu kecamatan tiroang dan Kecamatan Mattirosompe dan insyaAllah akan menyusul kecamatan yang lain.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang bahwa tujuan daripada kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada stakeholder dan lintas sektor lainnya dalam hal pencegahan Stunting yang dampaknya bisa menghambat pertumbuhan otak sehingga fungsi kognitif atau kecerdasan dan motorik akan menurun.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pinrang dalam hal ini dr.Amtsyir Muhadi, M.Adm.Kes yang juga sebagai narasumber mengatakan bahwa ada 9 pesan pada 1000 HPK ini, yaitu :

1.Selama hamil, makan makanan beraneka ragam
2.Memeriksa kehamilan 4 x selama kehamilan
3.Minum tablet tambah darah selama hamil selama 90 hari
4.Bayi yang baru lahir Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
5.Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan
6.Timbang BB bayi secara rutin setiap bulan
7.Berikan imunisasi dasar wajib bagi bayi
8.Lanjutkan pemberian ASI hingga berusia 2 tahun
9.Berikan MP ASI secara bertahap pada usia 6 bulan dan tetap memberikan ASI selama 2 tahun.

Perlu diketahui bahwa Prevalensi Stunting di Kabupaten Pinrang adalah 38,2 persen menurut RIskesdas tahun 2017.

Oleh karena itu kegiatan gertak 1000 HPK ini memberikan penguatan dalam hal pencegahan stunting dan memerlukan kerjasama lintas program dan lintas sektor.

Kegiatan Gertak 1000 HPK ini juga dirangkaikan dengan Sosialisasi RTK ( Rumah Tunggu Kelahiran) dengan narasumber Kepala Seksi Kesga dan Gizi Dinkes Kab.Pinrang Hj.Anggreyani, SKM, M.Kes dengan tujuan untuk mendekatkan ibu bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan dalam rangka mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Pinrang. (Rusdi Dinkes)

insp02