Calon Jemaah Haji dan Umrah Wajib Menjadi Peserta JKN-KIS

INSPIRASI, Pinrang — Masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji maupun umrah rencananya harus menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS dan atau menjadi peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hal ini terungkap saat dilakukan sosialisasi Perjanjian Kerjasama antara Kementerian Agama RI dan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional Bagi Jemaah Haji, Jemaah Umrah dan Petugas Haji Nomor : 368 tahun 2017 dan Nomor 573/KTR/2017, yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Selasa (30/1/2018).

Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Kemenag Pinrang H. Sudirman Daud dan jajarannya, para penyelenggara dan travel dan perwakilan BPJS Parepare. Dalam kesempatan tersebut Sinar Kuldia Kilat selaku Kepala Bidang Perluasan peserta dan kepatuhan kantor Wilayah Parepare didampingi oleh Hartati oleh Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pinrang memaparkan, jika rencana para Jemaah haji, umrah dan petugas harus menjadi peserta JKN-KIS tersebut selama rangka mensukseskan program nasional dalam upaya mempercepat tercapainya Universal Health Corverage atau pelayanan pemerataan kesehatan tahun 2019. Atas dasar itu kata Sinar dilakukan pernjanjian kerja sama agar Kementerian Agama sebagai penyelenggara urusan pemerintahan di bidang keagamaan diharapkan mampu memberikan informasi agar dapat mempersyaratkan kepesertaan JKN-KIS bagi Jemaah Haji, Umrah dan Petugas Haji,” kami harapkan juga informasi ini disampaikan kepada para penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah untuk mempersyaratkan JKN-KIS bagi jemaah,” ungkapnya.

Sementara Kepala Kemenag Pinrang H. Sudirman Daud menyambut baik Perjanjian kerjasama tersebut mengingat Ibadah Haji dan Umrah merupakan ibadah yang cukup berat dan memerlukan kesiapan fisik dan mental,” kami menyambut baik rencana ini dan seterusnya kami akan melakukan koordinasi dengan para penyelenggara untuk hal tersebut,” ujarnya. (*)

Insp. 01