Penanggulangan dan Mitigasi Bencana jadi Topik Bincang Bumi Lasinrang

Inspirasi, Pinrang — Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Pinrang memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berbagai bencana yang mungkin terjadi.

Hal ini diungkapkan Bupati Pinrang Aslam Patonangi yang menjadi narasumber utama pada acara Bincang – bincang Bumi Lasinrang yang mengangkat tema Penanggulangan dan Mitigasi Bencana, Kamis (28/9) mengambil tempat di gedung Pusat Informasi dan Pengaduan (PINDU) Kabupaten Pinrang.

Kondisi dan struktur geografis Kabupaten Pinrang yang terdiri atas pesisir, dataran rendah sampai dataran tinggi membuat Pinrang Rawan akan bencana, mulai dari banjir, longsor dan puting beliung.

Bupati Pinrang mengungkapkan bahwa, Mitigasi terhadap bencana alam seperti banjir beberapa tahun telah di upayakan salah satunya dengan membangun tanggul sehingga tahun tahun terakhir , masyarakat cilellang dan babana yang menjadi langganan banjir tidak lagi mengalami bencana banjir, Bupati Aslam sangat bersyukur akan hal itu.

lebih lanjut Aslam mengatakan, disamping dilakukan mitigasi guna menghindari bencana, Pemerintah Kabupaten Pinrang juga telah memikirkan penanganan dan penanggulangan pada saat terjadi bencana. “Kami membentuk sebuah satuan yang diberi nama Satuan Tanggap Darurat Bencana, semua peralatan dan kebutuhan yang diperlukan untuk penanggulangan bencana telah siap jika sewaktu waktu bencana tidak dapat dihindari.” ungkap Aslam.

Aslam juga memperingatkan akan bahaya bencana kebakaran, menurutnya, dalam 3 – 4 bulan terakhir dalam sebulan terjadi 7 – 8 kali kebakaran dan 80% terjadi akibat hubungan arus pendek listrik sisanya karena kelalaian dari penghuni rumah contohnya seperti kompor yang lupa dimatikan.

Sementara itu Wakil Bupati Pinrang Muh. Darwis Bastama mengungkapkan bahwa, beberapa langkah antisipatif yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pinrang salah satunya adalah dengan membangun kerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memberikan peringatan dini jika akan terjadi bencana alam, selain itu, Pemerintah Daerah melalui camat senantiasa memberikan penyuluhan di mesjid guna memberikan pemahaman dan kewaspadaan akan bencana kebakaran.

Dalam closing statement (pesan penutup) Bupati Aslam kembali memperingatkan akan bahaya kebakaran, menurutnya hal yang paling bijak dalam menghindari kebakaran adalah dengan kewaspadaan terhadap hal hal yang berpotensi untuk terjadinya bencana kebakaran. “Kuncinya adalah kewaspadaan dan kerjasama berbagai pihak dalam menghindari dan menanggulangi bencana”. Aslam juga berpesan kepada masyarakat pinrang untuk pandai membaca tanda alam, contohnya jika telah masuk musim kemarau maka waspada akan bahaya kebakaran, “waspada terhadap benda di rumah yang berpotensi menimbulkan kebakaran.” tutup Aslam.(*)

Insp02